Last Tape; Chapter 02
was posted at 10:33 PM with 2 comments
Kakak-kakakku semuanya menggeleng tidak tahu ketika kutanyakan mengenai Video Tape itu. Tak ada seorang pun yang mengenal tulisan di label tersebut, pertanda bahwa pengirimnya bukanlah dari kalangan keluarga kami.

Perjalanan menuju King's Cross masih dua jam lagi. Dan aku sudah tidak sabar lagi untuk bertanya pada Onkel serta Tante.

"Buang saja," suruh Gratia, membuatku membelalak lebar, "ingat kata Vatter dan Mutter? Jangan asal menerima pemberian orang asing—"

"Tapi yang mengirim ini tahu namaku, Gratia."

"Iya, tahu, tapi tak ada nama pengirimnya. Apa menurutmu tak mencurigakan?"

"Mencurigakan, sih..."

"Ya sudah. Buang!"

Uh-oh, tidak semudah itu! Segera kutepis kasar lengan kakak kembarku itu ketika ia berusaha merebut Video Tape di tanganku, berteriak padanya, "JANGAN! INI KAN PUNYAKU!" Karena dikirimkan untukku, bukan? Jadinya ya punyaku dan terserah mau diapakan, "Dan aku yakin ini kiriman dari seseorang yang kenal dengan keluarga kita!"

"Denganmu, sayang. Ralat?"

"Oh, oke, terserah," aku menggulirkan mata malas pada Clarabel, "Yang kenal padaku itu ada banyak. Dan yang tahu aku di Hogwarts mungkin cuma segelintir. HELLO, SIAPA LAGI SELAIN EDDIE CULUN ITU? Atau—atau—Kak Johann, bagaimana menurutmu?" Kupandangi kakak kembar sulungku itu meminta pembelaan atau sedikit pendapat, karena sedaritadi ia tak bicara. Johann tengah menepuk-nepuk pelan Milena yang terbatuk lagi.

Aku menanti jawaban dari mulutnya, bukan matanya. Ia cuma menatapku tajam. Seolah sepakat dengan kata-kata Gratia bahwa Video Tape itu bisa saja membahayakan hidupku nantinya. Aku mendengus, melirik benda kotak dalam pelukanku itu; memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi kalau aku nekat memasangnya di Video Player milik Onkel Clark.

Clarabel sempat menakut-nakutiku kalau nanti akan keluar hantu darinya. Mustahil.

"Pokoknya aku tetap akan menontonnya. TITIK!"

"Dan kami tidak akan menemanimu, Frida, asal kau tahu," kekeh Clarabel, "kau tahu peraturannya, kan? Dilarang pakai Sihir, jadi kalau nanti ada hantu rambut panjang dengan kulit putih pucat keluar dari layar televisi kemudian mencekikmu, MAKAAAA—"

Aku menutup telinga dengan kedua tanganku. Berusaha meyakinkan diri bahwa yang dikatakan Clarabel tidak benar. Salah. Kakakku itu cuma menakut-nakuti.

Aku tidak dengar. Aku tidak dengar. AKU TIDAK DENGAR!

Labels: , , , , ,


« rewind | forward »